Saturday, May 4, 2013

Terdampar di Kalimantan




Kisah hidup saya menuliskan bahwa saya harus "terdampar" di suatu pulau dimana saya dilahirkan.

Saya meninggalkan pulau ini dua tahun setelah saya dilahirkan ke dunia untuk mengikuti pekerjaan orang tua saya ke tanah impian, Jawa. Sehingga sampai saat ini di setiap biodata saya, selalu tertulis "Tapin" sebagai tempat lahir saya dan mayoritas kawan-kawan saya tidak dapat menunjukkan dimana Tapin berada di peta (atau mungkin baru pertama kali mendengarnya).

 Kabupaten Tapin berada di provinsi Kalimantan Selatan, sekitar 2 jam perjalanan dari Banjarmasin. Di sana nenek dan beberapa paman saya masih tinggal. Ibu saya, yang memang asli sana, selalu menyempatkan setidaknya setahun sekali untuk menengok nenek. Terakhir kali saya ke sana (tahun 2010) banyak hal yang membuat saya tercengang. Terjadi kesenjangan sosial yang cukup lebar antara si kaya dan si miskin. Itu tidak lain karena banyak OKB (Orang Kaya Baru) yang mendapat berkah dari "harta" di bawah bumi, apalagi kalau bukan batubara.

Dan kini saya terdampar di sisi lain dari pulau Kalimantan, yaitu Handil. Berada di sekitar 2 jam timur laut Balikpapan. Kota kecil yang dihidupi oleh industri, terutama oleh Total E&P Indonesie. Namun, saya tidak bekerja di Total. Hanya saja platform (tempat kerja) saya dibangun di sini, di pinggir pantai di belakang kompleks Total berada.

Hanya sekitar 10 bulan saya berada di Handil. Karena selanjutnya saya akan bekerja di Offshore, tepatnya di Selat Sebuku, dekat Kotabaru - Kalsel. Jadwal pekerjaan 14/14 (14 hari masuk kerja/14 hari libur) itu yang menjadi pertimbangan saya memilih pekerjaan ini. Sehingga walaupun saya bekerja, saya mempunyai waktu luang bersama keluarga, walaupun tidak setiap hari.

Kedepannya, saya masih punya banyak impian. Namun dalam jangka pendek, mungkin saya akan memilih untuk tinggal di Indonesia terlebih dahulu. Dapat mendampingi orang tua yang sebelumnya saya tinggal lama sewaktu saya berada di Qatar. Istri saya juga masih punya obsesi untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dan saya juga masih belajar untuk mengembangkan suatu usaha/bisnis, yang saat ini masih belum ada satu idepun dalam pikiran saya (tapi saya yakin itu akan ada)...

"Build your own dreams, or someone else will hire you to build theirs". 
 

No comments:

Post a Comment